Jumat, 27 November 2015

PENDUDUK & KEBUDAYAAN

                         

                    TUGAS IBD 




A.PENDAHULUAN 
Pertumbuhan penduduk yang makin cepat ,mendorong pertumbuhan aspek aspek kehidupan meliputi aspek sosial , ekonomi , politik , kebudayaan dan sebagainya.dengan adanya pertumbuhan aspek aspek kehidupan tersebut , maka bertambahlah sistem mata pencaharian dari homogen menjadi kompleks.
manusia mempunya kelebihan dalam kehidupannya . manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya.
sehubungan dengan hal tersebut maka akan ditelaah mengenai pertumbuhan penduduk , perkembangan kebudayaan dan timbulnya pranata pranata sebagai akibat kebudayaan .

B.PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya.
apabila pertumbuhan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas seperti bahan makanan , perumahan , kesempatan kerja , dll , maka akan menimbulkan masalah-masalah.
misalnya akan bertambah tinggi angka pengangguran , semakin meningkat angka kemiskinan , banyaknya tindak kriminalitas , dsb

penambahan/pertambahan penduduk di suatu daerah pada dasarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :
1.Kematian (mortalitas)
2.Kelahiran (fertilitas)
3.Migrasi

di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan .

1.Kematian 
ada beberapa tingkat kematian. akan tetapi disini hanya dijelaskan dua tingkat kematian
a.Tingkat kematian kasar (crude death race/CDR)
b.Tingkat kematian khusus (age specific death race)
2.Fertilitas (kelahiran hidup)
pengukuran fertilitas tidak sesederhanan mortalitas , disebabkan oleh :
a. sulit memperoleh angka statistik lahir hidup , karena banyak bayi yang meninggal saat setelah kelahiran , dan hanya dicatatkan pada lahir mati.
b.wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi hanya meninggal sekali)
c.makin tua umur wanita tidaklah berarti , kemungkinan mempunyai anak menurun.
d.di dalam pengukuran fertilitas hanya melibatkan satu orang saja

a.Tingkat Kelahiran Kasar (CBR/Crude Birth Rate)
b.Angka kelahiran umum (GFR/General Fertility Rate)
c.Tingkat kelahiran khusus (ASFR/Age Specific Fertility Rate)




3.Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas.
Pengertian mobilitas lebih luas daripada
migrasi, sebab mobilitas mencakup perpindahan
teritorial secara permanen dan sementara. Sedangkan migrasi bila dikaitkan dengan unsur waktu di tempat yang baru .

> langkah seseorang imigran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke daerah lain atau kawasan ( areal ) lain terlebih dahulu ingin
mengetahui lebih dahulu faktor – faktor sebagai berikut :
a.persediaan sumber alam
b.lingkungan sosial budaya
c.potensi ekonomi
d.alat masa depan

> Akibat Migrasi
a. Urbanisasi ( migrasi dari desa ke kota )
b. Migrasi interegional di Indonesia kebanyakan
dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan berkreasi tinggi.
c. Migrasi antar negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk ( immigrasi ) hanya ada 0,16 % dan migrasi ke luar ( emigrasi ) hanya sebesar 0,57 % per tahun. Sehingga akibatnya kurang nyata terhadap distribusi penduduk Indonesia.

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peranan yang sangat penting hanya dapat untuk mengetahui :

- Pertumbuhan penduduk di suatu daerah termasuk cepat atau lambat.
- Rasio ketergantungan.
- Jumlah wanita dalam usia subur.
- Jumlah tenaga kerja yang tersedia.
- Berdasarkan tempat tinggal.

- Bentuk piramida.

Ada tiga Jenis struktur penduduk :
1. Piramida penduduk muda, ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.
2. Piramida Stationer, ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap ( statis ) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
3. Piramida penduduk tua, ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan penduduk.






Untuk kebudayaan akan dijelaskan melalui
beberapa paragraf dibawah ini:

1. Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia , mulai dari zaman batu sampai logam.
Berdasarkan pendapat – pendapat para ahli prehistoris, bahwa zaman batu itupun terbagi dalam:
· zaman batu tua (paleolitikum) Alat yg
digunakan masih kasar. misalnya kapak genggam
· Zaman batu muda (neolitikum) telah
memiliki kepandaian mengolah logam dari besi
· Zaman batu muda ( Neolithikum ) benar – benar membawa revolusi


2. Kebudayaan Hindu dan Budha
Ajaran budha dapat dikatakan berpandangan

lebih maju karena tidak menghendaki adanya kasta.Kebudayaan Hindu berasal dari india sekitar abad 3 sampai 4 di pulau jawa. Kebudayaan Budha masuk sekitar abad ke-5,

3. Kebudayaan Islam
Kebudayaan Islam pada abad ke 15-16 agama islam dikembangkan di Indonesia oleh wali songo

> Kebudaaan Barat atau Asing.
Pengaruh dan Dampak Budaya Asing di Indonesia
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur- unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat)
jenis faktor,yakni antara lain:
1. Faktor Ekonomi      : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan
remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan
makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : Penyakit syaraf, aliran sesat,
dsb.

Dampak masuknya budaya asing antara lain :
1. Terjadi perubahan kebudayaan
2. Pembauran kebudayaan
3. Modernisasi
4. Keguncangan budaya
5. Penetrasi budaya
6. Memperkaya keberagaman budaya
7. Melemahnya nilai-nilai budaya bangsa




sumber : rangkuman tugas isd.


Bab 3 individu, keluarga dan masyarakat

1.Pertumbuhan individu
A. Pengertian individu
Individu berasal dari kata latin individuum yang tak terbagi, Jadi, merupakan sebutan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
Dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk.
Individu merupakan kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Timbulnya diferensiasi bukan hanya pembawaan, tetapi melalui sejarah dengan peradabannya. Hal ini memberikan keuntungan rohani bagi individu. Akan tetapi berapapun besarnya pengaruh lingkungan sosial, manusia tetap mempunyai watak dan sifat tertentu.
Makna manusia menjadi individu apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri.
B. Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan yang menuju arah yang lebih maju dan lebih dewasa.
Perubahan ini disebut proses.
Beberapa pendapat mengenai pertumbuhan dari berbagai aliran, yaitu asosiasi, aliran psichologi gestalt dan aliran sosiologi.
Pengertian tentang proses asosiasi yaitu perubahan pada seseorang secara bertahap.
Pertumbuhan menurut aliran psichologi gestalt adalah proses diferensiasi.
PePertumbuhan menurut aliran sosiologi adalah proses perubahan dari mula-mula asosial.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
A) pendirian navistik
Menurut golongan ini bahwa pertumbuhan individu itu ditentukan oleh faktor-faktor bawaan dari lahir.
B) Pendirian empiristik dan environmentalistik
Menurut golongan ini bahwa pertumbuhan individu tergantung pada lingkungan.
C) Pendirian konvergensi dan interaksionisme
D. Dampak pertumbuhan individu berdasar psikologi.
A) Masa vital
Masa vital yaitu dari 0,0 tahun sampai kira-kira 2,0 tahun dalam masa ini individu mengunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan dunianya.
B) Masa estetik
Masa estetik yaitu dari kira-kira 2,0 tahun sampai kira-kira 7,0 tahun dalam masa ini  dianggap masa pertumbuhan rasa keindahan.
C) Masa intelektual
Masa intelektual yaitu dari kira-kira 7,0 tahun sampai kira-kira 13,0 ataun 14,0 tahun pada masa ini proses sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif
D) Masa sosial
Masa sosial kira-kira 13,0 atau 14,0 tahun sampai kira-kira 20,0 atau 21,0 tahun masa ini sering disebut masa remaja
2. Fungsi-funsi keluarga
Keluarga adalah unit/satuan terkecil dalam masyarakat. Kelompok ini yang melahirkan individu dengan berbagai macam kepribadian.
Macam-Macam Fungsi Individu
Fungsi individu merupakan suatu fungsi yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan pribadi individu itu sendiri. Terdapat dua macam fungsi individu anatara lain:
     1. Fungsi pemenuhan kebutuhan fisik
   Pada hakekatnya manusia adalah makhluk homofaber yang mempunyai kecakapan untuk apresiasi pada keindahan dan pemakaian benda-benda. Seni terapan memang mengacu pada pemuasan kebutuhan fisik sehingga segi kenyamanan menjadi hal penting.
     2. Fungsi pemenuhan kebutuhan emosional
   Seseorang memiliki sifat yang berbeda-beda dengan manusia lain. Pengalaman hidup seseorang   sangatlah mempengaruhi sisi emosional atau perasaannya. Sebagai contoh perasaan sedih, lelah, letih, gembira, iba, kasihan, benci, cinta, dll. Manusia dapat merasakan semua itu dikarenakan didalam dirinya terkandung dorongan emosional yang merupakan situasi kejiwaan pada setiap manusia normal. Untuk memenuhi kebutuhan emosional manusia memerlukan dorongan dari luar dirinya yang bersifat menyenangkan, memuaskan kebutuhan batinnya.
Macam-Macam Fungsi Keluarga
     1.   Fungsi Pendidikan
     Dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
     2.   Fungsi Sosialisasi anak
     Dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
     3.  Fungsi Perlindungan
    Dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
     4.   Fungsi Perasaan
   Dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
     5.   Fungsi agama
  Dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
     6.   Fungsi ekonomi
     Dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
     7.   Fungsi Rekreatif
     Dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
     8.   Fungsi Biologis
   Dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Macam-Macam Fungsi Masyarakat
     Masyarakat suatu tipe sistem sosial dapat dianalisis dari empat fungsinya yang diperlukanyakni:
     1.   Fungsi pemelihara pola
     Fungsi ini berkaitan dengan hubungan antara masyarakat sebagai suatu sistem sosial dengan subsistem kultural. Fungsi ini mempertahankan prinsip-prinsip tertinggi masyarakat sambil menyediakan dasar dalam berperilaku menuju realitas yang tinggi.
     2.   Fungsi interaksi
   Fungsi ini mencakup koordinasi yang diperlukan antara unit-unit yang menjadi bagian dari suatu sistem sosial. Khususnya yang berkaitan dengan kontribusi unit-unit pada organisasi dan fungsinya unit-unit terhadap keseluruhan sistem.
     3.  Fungsi untuk tujuan pencapaian tujuan
     Fungsi ini mengatur hubungan antar masyarakat sebagai sistem sosial dengan subtansi kepribadian. Fungsi ini tercermin dalam penyusunan skala prioritas dari segala tujuan yang hendak dicapai dan menentukan bagaimana suatu sistem mobilitas sumber daya serta tenaga yang bersedia untuk mencapai tujuan tersebut.
     4. Fungsi adaptasi
     Menyangkut hubungan antara masyarakat dengan sistem sosial dengan subsistem organisasi tindakan dengan alam psiko-organik. Secara umum fungsiini menyangkut hubungan kemampuan masyarakat menyesuaikan diri terhadap lingkungan hidup.

     Pengertian 2 Golongan Masyarakat
     1. Masyarakat Non Indusstri
  Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri digolongkan menjadi dua :
     a. Kelompok primer
    Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
     b. Kelompok Sekunder
     Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, Obyektif.
     2. Masyarakat Industri
     Masyarakat yang pembagian kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda  bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal.pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu. Contohnya tukang sepeda, tukang sandal, tukang bubur, dsb.
Hubungan Antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat
    
     Makna Individu
     Kita sebagai manusia disebut juga dengan makhluk individu karena kitasebagai manusia tidak bisa dibagi-bagi anatara jiwa dan raga kita, jadi seluruh jiwa dan raga kitamenyatu menjadi satu-kesatuan. Dan menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), makna individu ialah pribadi yang hidup berdiri sendiri.

Makna Keluarga
Keluarga adalah suatu kelompok didalam kehidupan bermasyarakat. Menurut kamus besar bahasa
Indonesia (KBBI), keluarga ialah seisi rumah yang terdiri dari bapak,ibu, beserta anak-anaknya.
Makna keluarga mempunyai sifat-sifat tertentu dalam satuan masyarakat,yaitu:
1.   Hubungan suami-istri.
2.   Hubungan perkawinan suami-istri harus diadakan dan dipelihara.
3.  Menyusun nama-nama dan mencari istilah-istilah serta menghitung keturunan.
4.   Hak dan kewajiban para anggota keluarga.
5.  Pada umumnya keluarga tinggal dalam satu rumah bersama.

Makna Masyarakat
Makna masyarakat dalam kamus besar bahasa Indonesia ialah sejumlah manusiaterikat oleh
suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.

Hubungan antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Jadi, hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat ialah seorang/sejumlah manusia yang
jiwa dan raga tidak dapat dibagi-bagi dan terikat oleh suatu kebudayaan adat istiadat yang sama
dalam berkehidupan sosialisasi bermasyarakat.

Urbanisasi

Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang
cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota
akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah
peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan
pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain
sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Berbeda dengan
perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah
perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. Perpindahan
itu sendiri dikategorikan menjadi 2 macam:
1.    Migrasi penduduk
Merupakan perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan untuk tinggal menetap di kota.
2.    Mobilitas penduduk
Merupakan perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap. Untuk
mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kotadari desa, seseorang biasanya
harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi, media massa, impian
pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh tersebut bisa dalam bentuk
sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam
bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik.

Proses Terjadinya Urbanisasi
Proses terjadinya urbanisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
1. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
   a. Kehidupan kota yang lebih modern.
   b. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap.
   c. Banyaknya lapangan pekerjaan di kota.
   d. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas.
2. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
   a. Lahan pertanian semakin sempit.
   b. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya.
   c. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa.
   d. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa.
   e. Diusir dari desa asal.
   f. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya.
3. Keuntungan Adanya Urbanisasi
   a. Memoderenisasikan warga desa.
   b. Menambah pengetahuan warga desa.
   c. Menjalin kerja sama yang baik antara warga suatu daerah.
   d. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa.
4. Akibat Adanya Urbanisasi
    a. Terbentuknya suburb (tempat-tempat pemukiman baru di pinggiran kota.
    b. Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan     
  tetap.
    c. Masalahan perumahan yang sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan.
    d. Lingkungan hidup tidak sehat, menimbulkan kerawanan sosial dan kriminal


Ilmu sosial dasar sebagai salah satu mata kuliah dasar umum


  1.  ISD (ilmu sosial dasar)
1.  Pengertian
Ada beberapa sumber filsafat yang di anggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan , maka ilmu pengetahuan dapat di kelompokan jadi 3

a.   Natural sciences (ilmu-ilmu alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi,Biologi ddll.
b.  Sosial sciences (ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi, DLL.
c.   Humanities (ilmu-ilmu budaya) meliputu: bahasa, agama, kesusastraan, kesenian, DLL
Ilmu sosial dasar merupakan suatu bahan studi atau program pengerjaan yang khusus di rancang untuk kepentingan pendidikan/pengerjaan yang di indonesia diberikandlam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang  konsep-konsep yang di kembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap,persepsi dan serhingga lebih peka terhadapnya.
2.  Tujuan
  Sebagai salah satu  dari mata kuliah dasar umum,ilmu sosial dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :
a.   Memahami dan menyadari ada nya kenyataan kenyataan nya sosial dan masalah masalah yang ada dalam masyarakat.
b.  Peka terhadap masalah masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha usaha menanggulanginya.
c.   Menyadari bahwa setiap masalah sosial dalam masyarakat selalu bersifat komplek dan hanya dapat mendekati nya
d.  Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkemunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

   2.  ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
   Ilmu sosial dasar (ISD) dan ilmu pengetahuan sosial (IPS) kedua-duanya mempunyai persamaan dan perbedaan.
   Adapun persamaan antara keduanya adalah :
a.   Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran
b.  Keduannya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c.   Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
4.RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR
   Materi ilmu sosial dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Sehingga dengan demikian bahan perlajaran ilmu sosial dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu :
1.  Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
2.  Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial.
a.   Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara individual atau kelompok/golongan.
b.  Persamaan dan perbedaan kepentingan.
3.  Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lainnya saling berkaitan.
Konsorsium antar bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan ilmu sosial dasar terdiri dari 8 pokok bahasan. Dari 8 pokok bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan ilmu sosial dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
1.  Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangannya masyarakat dan kebudayaan.
2.  Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3.  Masalah pemuda dan sosialisasi.
4.  Masalah hubungan antara warga negara dan negara
5.  Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6.  Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
7.  Masalah pertentangan-pertentangan sosial integrasi.
8.  Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.


PEMUDA DAN SOSIALISASI

Internalisasi Belajar dan Spesialisasi
sebelum membicarakan internalisasi belajar dan spesialisasi, berikut adalah kutipan dari sebuah artikel harian kompas, hari senin, tanggal 11 februari 1985. 

Seminar Tentang Remaja
Anomi di Kalangan Remaja Akibat Kekaburan Norma,
Jakarta Kompas.

Masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis. Masa ini memungkinkan mereka berada dalam anomi (keadaan tanpa norma dan hukum) akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua. Sehingga seringkali melakukan pelanggaran atau perilaku menyimpang. menurut Enoch Markum, anomi muncul akibat keanekaragaman dan kekaburan norma. Sedangkan Orientasi Mendua menurut Dr. Male adalah orientasi yang bertumpu pada harapan orang tua, masyarakat, dan bangsa yang sering bertentangan dengan keterikatan serta loyalitas terhadap teman sebaya. Dengan demikian, mereka adalah kelompok potensial yang mudah dipengaruhi media massa. Dan Enoch Markum menawarkan dua alternatif pemecahan masalah. yang pertama adalah mengaktifkan kembali fungsi keluarga dan kembali pada pendidika agama karena hanya agama lah yang dapat memberikan pegangan yang mantap. yang kedua adalah menegakkan hukum 

Peran Media Massa
Pada saat ini banyak pilihan informasi. Dalam hal ini muncul efek negatif dari banyaknya pilihan informasi. kebanyakan remaja melahap begitu saja arus informasi yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. sebagai jalan keluar ahli komunikasi melihat perlunya membekali remaja dengan keterampilan berinformasi yang mencakup kemampuan menemukan, memilih, menggunakan, dan mengevaluasi informasi. 

Pemuda dan Identitas
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan terutama dari generasi sebelumnya. Hal ini dikarenakan pemudah diharapkan menjadi generasi penerus yang melanjutkan perjuangan yang sudah ada. Pemuda juga memiliki potensi-potensi yang harus digarap demi memajukan sumber daya manusia di Indonesia ini. 

Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda ditetapkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan dalam keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor: 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978. Maksud dari pola pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganan nya benar-benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaan nya dapat terarah, menyeluruh, dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud. Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :
1.     Landasan Idiil : Pancasila
2.     Landasan konsitusional : Undang-undang dasar 1945
3.     Landasan strategis : Garis-garis besar haluan Negara
4.     Landasan Historis : Sumpah pemuda tahun 1928 dan Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945
5.     landasan Normatif : Etika, tata nilai, dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat.
Permasalahan Generasi Muda
1.     Menurunnya jiwa Idealisme, Patriotisme, dan nasionalisme
2.     Ketidak pastian generasi muda terhadap masa depan nya
3.     Belum seimbang nya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
4.     Kurangnya lapangan kerja atau kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran
5.     Masih banyak nya perkawinan dibawah umur umumnya didaerah pedesaan
6.     Pergaulan bebas yang membahayakan generasi muda
Potensi-potensi Generasi Muda
Potensi yang terdapat pada generasi muda dan perlu dikembangkan adalah:
1.      Idealisme dan Daya Kritis.
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada. Maka ia dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru. Sikap Idealisme dan Daya Kritis perlu untuk dikembangkan dengan landasan rasa tanggung jawab.
2.     Dinamika dan Kreatifitas.
Generasi muda memiliki kemampuan dan kesediaan untuk melakukan perubahan, pembaharuan, dan penyempurnaan kekurangan-kekurangan yang ada  ataupun mengemukakan gagasan atau alternatif yang baru.
3.     Keberanian Mengambil Risiko
Dalam melakukan perubahan tentu mengandung resiko dapat meleset. Namun mengambil resiko itu perlu jika kemajuan ingin diperoleh. 
4.     Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak mematahkan semangat generasi muda. Optimisme dan kegairahan generasi muda akan mendorong untuk mencoba maju lagi.
5.     Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakan nya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin ilmu agar dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
6.     Terdidik
Generasi muda secara relatif lebih terpelajar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi-generasi sebelumnya.
7.     Keanekaragaman Dalam Persatuan dan Kesatuan
8.     Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan membela bangsa perlu dikembangkan generasi muda untuk mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan untuk membela negara.
9.     Sikap Kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkan oleh generasi muda.
10. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui belajar dan penyesuain diri, sebagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Proses sosialisasi berawal dari dalam keluarga. Melalui proses sosialisasi, pemuda akan terwarnai cara berpikir dan cara bertingkah di tengah-tengah masyarakat. Tujuan pokok sosialisasi adalah :
1.     Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
2.     Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuan nya.
3.     Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
4.     Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Faktor lingkungan bagi pemuda dalam proses sosialisasi memegang peranan penting, karena dalam proses sosialisasi pemuda terus berlanjut dengan segala daya imitasi dan identitasnya. pengalaman demi pengalaman akan diperoleh dari lingkungan sekitarnya. 

Pendidikan dan Perguruan Tinggi
Negara-negara berkembang selalu kekurangan sumber daya manusia yang terampil untuk mengisi lowongan-lowongan pekerjaan dikarenakan di negara berkembang pemuda masih banyak mendapat kesulitan untuk penyelenggaraan pengembangan tenaga usia muda melalui pendidikan dan perguruan tinggi. Maka pembicaraan tentang generasi muda, khususnya yang berkesempatan mengenyam perguruan tinggi menjadi penting karena berbagai alasan:
1.   Sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, yang memiliki pengetahuan luas tentang masyarakatnya. Karena mahasiswa termasuk yang terkemuka dalam memberikan perhatian terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
2.   Sebagai suatu kelompok yang paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapatkan proses sosialisasi terpanjang secara berencana dibandingkan dengan generasi pemuda lain nya.
3.   Mahasiswa dari berbagai macam etnis dan suku bangsa berkumpul didalam perguruan tinggi sehingga terjadi nya akulturasi sosial dan budaya. Hal ini akan memperkaya khasanah kebudayaan nya sehingga mampu melihat indonesia secara keseluruhan
4.   Mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan. Dalam struktur perekonomian dan prestise dalam masyarakat mahasiswa akan menjadi elite di dari rata-rata generasi muda lain nya. Karena mahasiswa pada umumnya memiliki pandangan luas dan jauh kedepan serta keterampilan berorganisasi yang lebih baik dari mayoritas generasi muda lain nya.